Dua Tujuh

Kemaren-kemaren buka twitter, trus baca satu tweets yang bunyinya;

@ OMGFactCelebs :Jimi Hendrix, Janis Joplin, Kurt Cobain and Jim Morrison were all 27 years old when they died.

Jadi inget pas umuran segitu, atau setidaknya, sebelum dan sedang menginjak angka itu. Banyak kejadian-kejadian yang bisa bikin hidupnya game over. Pada satu titik malah, matanya ga bisa berenti lirik – lirik ke tali, whoahahahahaha.

Kalo mau di list;

1. Terlempar dari kebahagian, dan gak tahu harus ngapain.

2. Akhirnya ngerasa kalo semua orang di sekitaran (termasuk yang baik dan yang jahatnya) itu nggak worth it lagi, mereka semua udah kayak artefak bangkit ajah.

3. Poin 1 masih berefek sistemik. Kehilangan akal sehat. Padahal yah, jauh-jauh hari sebelum itu, udah banyak orang yang bilang kalo otaknya enggak bisa disebut normal lagi. How silly.

4. Sekalinya bisa bangkit, dikerjain, nggak ada angin-nggak ada ujan di tusuk orang, pake tiga orang lagi (TIGAAAAA COBA?). Dirawat dapet 2 minggu, 3 bulan therapy pernapasan karena pisaunya hampir nyerempet jantung dan jahitannya bikin susah nafas.

5. Dan beberapa lagi kejadian yang menyesakkan. Setan ah!

Dan sekarang nggak kerasa udah 10 bulan lewatin usia itu.

Phewwww…Thanks Gods have passed thats age dan masih hidup. Alhamdulillah.

Cheers…

Damn It.

Hari ini belajar. Bilang ikhlas dan beneran ikhlas itu ternyata jaraknya jauh banget. Kayak kita berjalan dari A ke Z. Damn it!.

ade

Missing you in every single moments. -_-

Yang tercecer,memungut serpihan Dante

Kalo ada yang mau bilang judulnya norak?Gua pasrah aja.And selamet tahun baru.BTW

Dante? Terus terang pas baca The Dante club-nya Matthew Pearl.Belum baca semuanya,baru 15 halaman sih.Tapi tetep aja jadinya penasaran tentang siapakah si ‘Dante’ ini,terlepas dari apa yang akan di paparkan di novelnya Matthew Pearl ntar setelah gua baca abis.Gua pengen tahu siapa sebenarnya si ‘Dante’ ini.Keukeuh

Pertama nyari di google,trus wikipedia.And Yups,dapet dikit

Dante Alighieri.Penyair,penulis literatur,karya terbesarnya adalah Divina commedia yang lebih terkenal dengan sebutan Commedia dan satunya lagi adalah La Vita…apa itu ??? ( gua lupa,males buka wikipedia lagi.Yang jelas bahasa Itali ajah ).Lahir pada tahun 1265.Tanggal lahirnya gak disebutin,gak dipaksain nyari dan gak terlalu penting buat gua anyway

Trus.Dia hidup di Florence,Italia.Disaat perpecahan antara dua ‘Guelfi’ .Guelfi? Semacam pemerintahan yang berkuasa saat itu mungkin? Sama,nggak terlalu banyak baca soal yang ini juga.Yang jelas yang satu dipimpin oleh Corso Donati dan yang satunya lagi oleh Vieri dei Cerchi

Oh iya, si ‘Dante’ ini juga pada masa idupnya dalam menulis karya – karya nya sangat mempertahankan bahasa Itali dan menolak menggunakan bahasa Latin yang lagi ‘IN’ saat itu.

Ok,katakanlah.Si ‘Dante’ ini adalah orang yang sangat nasionalis,dia mencintai barang/bahasa lokal dan meng-haram-kan barang/bahasa import,dari persepsi gua seperti itulah adanya.Well good for him

Out of nowhere : Ngomong – ngomong soal barang import.Dari koran yang gua baca kemaren.MUI menyerukan memboikot produk AS buntut penyerangan Israel ke Palestina.Mari kita sukseskan itu.AS temen-nya Israel.Israel nyerang abis-abisan Palestina.Palestina itu sodara kita.Damn AS ! Damn Israel ! Get out yours fuckin’ big fat ass from Palestine.SUCKER !

Balik lagi ke soal Dante

Dante mulai menulis dari usia 18-19 tahunan atau setidaknya ada yang mengklaim seperti itu.Ini tertuang dari kutipan puisinya untuk Beatrice ( siapa pula ini ? ).Yang gua dapet dari imel temen gua yang baru ke-baca tadi lengkap dengan terjemahannya.”Sumpah! Gua gak percaya kalo dia yang ner-jemah-in nya.Bahasa Indonesia-nya aja 4,55.Italia ? “

Ini dia kutipannya :

Italia-nya :
Gie eran quasi che atterzate l’ore/Del tempo che onne stella n’e lucente,/Quando m’apparve amor subitamente,/Cui essenza membrar mi da’arrore

Indonesia-nya :
Waktu ketiga menjelang akhir/ketika setiap bintang di langit gemerlapan/Cinta datang ke hadapanku begitu menakutkan/yang pada kenanganku melekat ngeri

“Jujur deh Nas!,darimana lu dapet ini ? Sampe bensin jadi ceban pun gua gak akan percaya kalo lu yang ner-jemah-in ini ! “

Ok ganteng apa lagi yang lu dapet ?

Ok,masih dari kiriman imel temen.Dari kutipan “Cui essenza membrar mi da’arrore” dimana yang artinya adalah “yang pada kenanganku melekat ngeri“.

Ngeri,kengerian.Katanya adalah puisi cinta gaya-gaya abad pertengahan.Dimana kalo mau dijelasin,cinta adalah kebahagian,terus berubah jadi semacam ketakutan atau horor.Dan horor disini dapat diartikan sebagai kehilangan ataupun kematian dari couple-nya.Desperate kalo bahasa 2009 mah.And good news for me.Bukan gua aja yang desperate karena cinta,ternyata Dante juga toch,heuheuheu

“Sialan lu Nas ! mo nyindir gua ya? pake yang ini di kutipnya detil banget !,thks,btw, heuheuheu “

Lanjut…

Literatur-nya sendiri.Commedia.Gua nggak banyak dapet tentang ini,selain dari terbagi dari tiga struktur yaitu : Inferno,Purgatorio dan Paradiso.Ini juga dapet dari Divina Commedia yang udah di translate ke bahasa Inggris dengan judul Divine Comedy ( cari di wikiped deh ).Dan lebih menarik lagi di situ (wikiped) ada bahasan tentang Divine Comedy and Islamic Philosophy.Tapi belum sampe kesana bacanya,baru sampe nyari ‘Dante’ sebagai penulis literatur,belum ke literatur ‘Dante’ itu sendiri

So far, walaupun masih remang – remang,tapi gak terlalu gelap-gelap amat.Ntar deh terusin lagi.Sekarang ? Pulang dulu,mo bubu…see u 😀

-kk-

Untuk Abah

Telah berpulang ke Rahmatullah.Seorang pekerja keras dan pemikir tercemerlang yang pernah ada.


Innalillahi wa innalillahi rajiuun
Dahlan bin Darma

(14-08-1944) – ( 26-10-2008)

Tidak dan tidak akan pernah lupa ketika ;

Bersama – sama menonton wayang-nya Asep Sunandar Sunarya, mendengarkan tembang sunda-nya Cicih Cangkurileng.Petualangan. Berjalan – jalan di pasar minggu-nya Dieng dan pasar rebo-nya juga, beli pisang dan telur burung puyuh dan maenan kayu dan permen gula merah dan layang-layang.

Mengenalkan apa itu gunung, dingin, nasi jagung, bahasa jawa di umur 3 tahun. Menyalakan petromaks! Hadiah!, baju koko pertama dan jam tangan-nya juga. Banyak pelajaran tentang “Agama” “Hidup” dan “Menjadi laki – laki”, beberapa bentakan serta 25 Tahun yang penuh dengan kenangan.

“Terimakasih telah menjadi seorang Kakek, Ayah sekaligus Guru yang tanpa cela sedikit pun.”

PS : Mohon doa dari semuanya ( semoga arwah beliau di terima di Khadirat Allah Swt ).

Doaku,

Anakmu, cucumu.

Semoga Kau sembuh part II

KOIL+BLACKLIGHT+SHINES+ONBlacklight Shines On adalah album resmi koil yang kedua setelah Megaloblast ( 2001 ),pertama gua denger koil ngebagiin lagu – lagunya buat dowload gratis di deathrockstar.info ( cara promosi yang aneh ),langsung gua ke TKP dan di donlotlah smua nya.

Dalam Album ini ada satu lagu yang bikin gua langsung jatuh cinta,mantabs bangets,mengingatkan gua sama seseorang di masa lalu.Semoga kau sembuh part II

heres the lyrics and download the file…

Tak ada gunanya kita mencari mengejar mimpi
Kau berpacu memburu langit yang sangat tinggi
Dan apa yang kita jalani dan hadapi
Ketika semua membuatmu buta mengosongkan jiwa

Dan akhir yang bahagia
Melayani waktu melewati rinduku
Menyanjung harapan menghentikan perang
Doakanlah yang telah tiada
Semua ini kulakukan selama waktu berlalu
Semoga kau sembuh

Dan keputusasaan muncul kembali menggenggam diri
Aku menunggu seluruh waktu memacu jantungmu
Seolah berhenti bergerak berdetak
Dan semoga keheningan doa mengobati luka

Dalam tangis dan tawa kurawat jasadmu
Mencintai diriku
Beberapa jiwa yang aku jaga berbaring tak berdaya
Untuk ini kukorbankan dan waktu berlalu
Semoga kau sembuh

download semoga kau sembuh part II.zip

Lucky star

-This is my life,It’s not what it was before,All these feelings I’ve shared,And these are my dreams,That I’d never lived before,Somebody shake me ’cause I,I must be sleeping…..-
( staind.so far away )

Suaranya seperti gemericik air dan aku adalah seorang yang kehausan,suaranya adalah sinar terang dan aku adalah seorang dalam kegelapan.Suaranya seperti reduktor yang dapat mereduksi semua energi negatif,menggiringnya ketitik jenuh dan mengendapkannya,di sisi lain suaranya seperti katalis yang akan menghantarkanmu ke titik didih yang skalanya telah di konversi dari celcius ke fahreinheit.

Suaranya adalah medium penyadaran,penyadaran dari koma yang lama seperti sebuah episode yang telah berakhir tetapi tidak menemukan endingnya,yang pemainnya terus bermain tanpa scripts dan arahan sutradara dari sketsa yang tidak tentu arahnya.Suara itu telah mengarahkan pemain dan membuat scripts terakhir untuk mengakhiri sketsa.

Suara itu seperti zat cair yang mampu mengisi tiap bejana yang saling di hubungkan tanpa melihat bentuk dari masing – masing bejana tersebut.PARADOKS HIDROSTATIKA.

Kahlil Gibran menyebut Shelma El-Karamy seperti sebuah buku yang didalamnya terdapat pujian – pujian yang tidak akan pernah selesai dibaca,seperti bunga mawar yang di tumbuhi duri di sekelilingnya.Aku menyebut pemilik suara itu dengan lucky star.Bintang keberuntungan,lebih pendek,sangat british dan elegan…

Jika Ludwig Van Beethoven menciptakan karya besarnya dalam keadaan tuli.Maka aku telah merasakan sebuah karya besar sebuah masterpiece dengan hanya mendengarnya,aku telah melihat keindahan yang belum tampak.

Mungkin suara itu ada yang memiliki, tapi aku akan berkata kepada sang pemilik itu ” kau mungkin telah memiliki hatinya bahkan kau telah memiliki semuanya yang terbaik darinya,tapi kebahagiaanmu tidak ada setengahnya pun dari kebahagian ku.Karena aku tidak perlu memiliki yang terbaik dari segalanya,aku hanya membuat yang datang padaku menjadi yang terbaik,seperti suara itu.Dan kau tidak akan mampu merasakannya “.The end

dedicated to : My lucky star, thanks alot for wakes me up kini aku bisa meneruskan lyrics lagu itu :
“…. These are my words,That I’ve never said before,I think I’m doing okay,And this is the smile,That I’ve never shown before “