Jika Ada Yang Namanya Resolusi Lebaran

SIAPAPUN TAHU: Malam lebaran adalah malam kemenangan, saat takbir dikumandangkan dimana – mana, berbagai salam dan ucapan mengalir deras tak terkira. Malam kemenangan yang tak boleh dilewatkan.

Dan jika memang ada sesuatu yang dinamakan “resolusi lebaran”. Lebaran kali ini resolusinya tetep sama seperti lebaran tahun kemaren, dan tahun kemarennya lagi: Pengen menjadi orang yang pandai bersyukur, menjadi orang yang pandai bersyukur saja sudah cukup, sekarang udah ga pengan yang lain lagi.

Setelah Isya tadi sempet lihat keluar jendela, ada ponakan – ponakan nyebrang jalan, berlarian ke mesjid sambil mengumandangkan takbir.

Kok rasanya sedih yak…Kayak ada sesuatu yang masih menganga di hati, tapi tidak tahu di hati yang sebelah mana?

Mamen, I’m very mature for my age, but also have erronous in lot of ways. Dan salah satunya dalam hal “bersyukur’ ini. Huks

Nb: Semoga kamu nanti bisa menutupi celah ini ya Pi. Hehehe

Menjadi Murakami

Semua orang sama. Orang yang memiliki sesuatu selalu khawatir, jangan-jangan apa yang dia miliki sekarang akan hilang. Sedangkan orang yang tidak memiliki apa-apa selalu cemas, jangan-jangan selamanya aku akan tetap menjadi orang yang tidak punya apa-apa. Semua orang sama! Karena itu, manusia yang menyadari hal itu lebih cepat harus berusaha menjadi sedikit lebih tangguh. Sekadar pura-pura pun tidak apa. Haruki Murakami.

Milan Kalah

KADANG KALA, kepala rasanya bisa berat hanya karena alasanya yang sepele, malah lebih sepele daripada masalah upil nyelip di bawah meja. Milan kalah atas Arsenal di Europa League adalah salah satu contohnya.

Untuk sebagian besar orang, kekalahan adalah hal yang biasa, apalagi dalam sepakbola, tapi tidak dengan kami, para supporter garis keras ini. Disaat tim kesayangannya kalah, (entah itu sebagian atau seluruh dari ) dirinya pun ikut kalah.

Huks

The Good Dinosaur

Dari Arlo kita semua bisa belajar, bahwa tidak ada ketakutan yang tidak bisa diatasi. End of story.

Ratu Dansa

Dahulu kala. Ratu Dansa tinggal di puncak gunung Fuji. Setelah menghangatkan diri dalam bunga matahari raksasa, setiap pagi ia memerintahkan burung – burung Ibis mengirimkan senyuman untuk bapak -bapak yang kelelahan.

( reposted via  – instagram)

Ketemuan

Janji ketemuan bareng teman lama sore – sore, cewe. Adik kelas waktu sekolah dulu.

Hehehe

Jajan bakso, ngobrol sana – sini, tukar kabar ini – itu, serta oleh – oleh cerita beberapa tahun kebelakang pasca lulus sekolah. Dan pada akhirnya ditutup dengan ia bilang kaget, saya masih sama nggak kayak dulu ga ada yang berubah. Udah.

See you again friends. 🙂

The Whisper Of The Neightbour

Terjemahan bebasnya “bisik – bisik tetangga”.

Sebetulnya ini masih belum yakin apa bisikan ini datang dari tetangga, atau datang dari yang lain – lain. Takutnya kayak kemaren, tau kan seseorang dengan gangguan susah tidur? kadangkala kepala sama telinganya jadi random?. Yang ada dipikirannya aneh – aneh, pendengarannya pun sama, aneh – aneh pulak.

Bisikannya kurang lebih seperti ini: Berhenti selangkah, untuk maju berpuluh – puluh langkah.

Mmmm?

Kurang lebih seperti itulah.

Ini sih mungkin topik lama dan agak basi. Tapi katanya seorang pejalan kaki wajib berhenti dulu sebentar, sekedar untuk meregangkan otot – otot, membetulkan tali sepatu, atau jajan kopi sasetan. Setelahnya ia bisa melanjutkan perjalanan ketempat tujuan.

Beneran kali yak. I need a break. Just a little break.

Tapi nanti apa yang harus saya katakan kepada Bob Dylan di Blowin In The Wind ?

“How many roads must a man walk down before you call him a man?”

Peduli amat, gimana nanti aja.