Minyak Mentah dan OPEC Meeting

Langsung saja: Catatan dari postingan sebelumnya. Sengaja dipisahkan. Karena ini sesuatu yang sedikit berbeda. Hitung – hitung belajar disiplin sama Posts categories.

minyak mentah dan opec

Penurunan harga minyak mentah: Kontrak berjangka minyak mentah (WTI) turun 0,2% menjadi $60,80 per barel pada hari Jumat, dengan kerugian mingguan lebih dari 1%.

Faktor penekan harga: Ketegangan perdagangan dan kekhawatiran kelebihan pasokan menyebabkan penurunan harga.

Ketegangan perdagangan: Presiden Trump menuduh China melanggar kesepakatan tarif, menciptakan ketidakpastian menjelang pertemuan OPEC+.

Pertemuan OPEC+: Rapat Opec akan menentukan tingkat produksi Juli, dengan potensi kenaikan produksi melebihi 411.000 barel per hari yang telah disepakati.

Produsen utama: Arab Saudi dan Rusia mendorong kenaikan produksi lebih besar untuk merebut pangsa pasar dan menertibkan anggota yang overproduksi.

Penolakan Kazakhstan: Kazakhstan menolak pembatasan produksi lebih lanjut, melemahkan kesatuan OPEC+

Pasokan: Prospek tambahan barel di pasar meningkatkan kekhawatiran kelebihan pasokan, yang turut menekan harga minyak.

Data harga minyak mentah

Cara Gunakan Privilege Dengan Benar

RECIPROCAL Tariffs ternyata menjadi semakin rame, apalagi di dunia timeline X. Perang mention dan komentar dari kubu pro vs kontra jadi seru. Ada yang gunakan privilege – nya (sebagai orang pemerintahan dan “MAGA” yang centang biru), ada juga yang maju dengan tangan kosong tanpa centang tanpa nama. Melawan netijeun – netijeun yang anti trumps

Cara Gunakan Privelege dengan benar

Terakhir kali melihat hal yang barbar kayak gini itu pas jaman Covid. Antara Pro mudik melawan Kontra Mudik. Vaksin versus Tidak vaksin.

Sedangkan buat kita – kita yang disini, Indonesia, yang bisa kita ambil mungkin hanya pelajarannya saja:

Seorang bos, seorang pemimpin, seorang yang di “tinggi” kan. Terkadang mereka mendapat privilege untuk menjadi anak – anak lagi.

Seperti bocah, ia ingin jadi pusat perhatian, ia mau semua keinginannya terpenuhi, ia boleh marah, ia boleh menjadi anak ingusan yang suka bohong sehabis makan permen.

Btw, karena komentar – komentarnya yang aneh dan kadang komedi. Selain menunggu kebijakan final tarif terhadap china nanti. Statement yang lainnya suka dianggap hiburan saja kali ya.

Trump Reciprocal Tariffs

SEKETIKA jadi ingat postingan yang ini. Trump masih saja ngajak cakar-cakaran sama China, bedanya sekarang ditambah kanada, dan beberapa negara di asia dan termasuk negara kita tercinta, Indonesia,1 dengan kebijakan Trump reciprocal tariffs-nya.

Trump Reciprocal Tariffs

Indonesia dikenakan tarif import sebesar 32% imbas dari negara kita yang membebankan pajak sebesar 64% ke produk asal Amerika. Itu setengahnya, ga kurang ga lebih.

Pas banget lagi pegang Roblox, ya kena juga, lagi anteng – antengnya gain 1.30% lebih sekian, eh jadi minus 6.59%. Tapi ya gak apa – apa, masih jauh ini ke margin of safety-nya. Lagian Nasdaq, Dow, sama S&P besti-an, mereka harganya jatuh barengan. Jadi yasudahlah.

Yang sekarang jadi kepikiran, bagaimana nasib eksport produksi kita ke Amerika kedepannya. Bagaimana nanti Pabrik jual barangnya? Lebih jauh lagi bagaimana nanti nasib para pekerjanya, jika misalkan si pabriknya itu ga bisa adu harga?

Masalah harga itu bukan perkara gampang. Harga ga cocok ya ga akan dibeli, ga dibeli ya orderan turun, orderan turun ya kurangi produksi, produksi turun? Jalan paling mudahnya kurangi karyawan?

Semoga ini cuma coretan yang ga akan pernah jadi kenyataan.

Obrolan ranjang bareng ibunya anak – anak “Bisa nggak sih negara kita ga usah ngirim barang ke amerika aja sekalian?”

Jawab “Ya ndak tau ko tanya saya” m(_ _)m

Kadang juga suka mikir. Butuhnya pendidikan dasar “1001 Macam Karma” kepada calon pemimpin atau yang akan menjadi pemimpin. Biar ga asal bacot, karena bacotannya itu bisa jadi kebijakan yang nyusahin orang – orang sa alam dunya.

Sejauh mana daya hidup manusia bisa bertahan dari kegilaannya zaman dan kegilaannya sendiri?

Ckckckckck.

Btw, happy eid mubarak kenkawan. Maap lahir bathin.

  1. See the Trump tariffs list by country ↩︎

Catatan Investasi: Endorphine, Dewa Kebahagian dan Yunani Demam Tinggi

Adalah Endorphine yang kata seorang teman boleh dibilang sebagai saingan terdekat dari Dionisos, Dewa pesta dan festival, Dewa kegilaan dan kebahagiaan. Yang kalo mau serius di bahas, menurut yang tertulis di perkamen – perkamen dan dongeng – dongeng. Endorphine adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh, pabrik dari energi positif, optimisme, dan rasa senang.

“Yunani sedang produksi endorphine besar-besaran kayaknya”. Kata seorang teman waktu membahas tautan berita ini.

 Jumlah wisatawan yang datang ke Yunani tambah banyak. Menurut Digital Journal, turis naik tahun 2013, setelah merosot di tahun 2012. Wisatawan dari Jerman sekarang meningkat jumlahnya hingga 10%, dan dari Austria 35%. Menteri Pariwisata Olga Kefaloyiannis katakan, bertambahnya turis bisa “kembalikan rasa optimis“. – Deutsche Welle

Cukup masuk akal jika kata kuncinya adalah “Kembalikan rasa optimis”, endorphine. Mengembalikan optimisme yang redup, memanggil energi yang hampir hilang.

Cita – cita Olga Kefaloyiannis tinggi dan mulia, bikin semua warga berbahagia dari sektor pariwisata.

Tapi masalahnya adalah krisis Yunani adalah penyakit lama, penyakit menahun yang usianya hampir seumuran dengan krisis subprime mortgage-nya Amerika pada tahun 98.

Masalahnya semakin panjang, karena Europe Central Bank (ECB) pun sudah pusing tujuh keliling, Yunani ngutang mulu, menurut desas-desus surat kasbon-nya hampir segudang. Bagai buah simalakama, dikasih utangan (bailout) lagi, berat, gak dikasih negara – negara yang menggunakan mata uang Euro bakal ikut sakit – sakitan, Spanyol, Itali, Portugal sudah terserang batuk – batuk, hampir 3 tahun belum sembuh – sembuh. Domino Effect Theory bukan teori kacangan.

Jumlah pengangguran di Yunani sekarang 27%. Ini adalah jumlah pengangguran terbesar di Uni Eropa. Jumlah itu menunjukkan: sekitar 1,5 juta orang di negara itu tidak memiliki pekerjaan. Which means, jika kebutuhan dasar manusia adalah sex dan uang, maka sekitar 1.5 juta orang Yunani tidak bisa memenuhi salah satu kebutuhan dasarnya, ga kerja ga ada uang ga ada sex (atau mungkin keduanya, atau ketiganya hahahaha).

(Kembali ke topik…)

Yang Muda Yang Menganggur

Sekitar 51% (sebagian grafik mengakan 62%) warga muda Yunani tidak mendapat pekerjaan walaupun berpendidikan tinggi. Kebanyakan dari mereka terpaksa bergantung pada keluarga agar bisa hidup. Sebagian lagi tinggalkan Yunani dan mencari pekerjaan di negara lain. Kombinasi antara kebanyakan orang pintar dan sedikitnya lapang kerja itu bahaya. Cepat atau lambat Yunani bakal mengenal istilah “Pinter keblinger”.

Pengurangan 25.000 Pekerjaan

Tahun ini pemerintah Yunani diperkirakan akan kurangi 25.000 pekerjaan di bidang layanan umum. Itu langkah untuk capai tujuan pengurangan 150.000 pekerja tahun 2015. Tujuan yang akan dicapai: dari jumlah pekerja sekarang, nantinya hanya satu yang bekerja sementara 10 pensiun.

Apakah itu semua bisa diatasi dengan hanya mengandalkan sektor Pariwisata? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Iya jika Yunani bisa memproduksi banyak endorphine yang berefek bisa menyakinkan para investor untuk berinvestasi kembali. Tidak jika endorphine yang diproduksi adalah endorphine kw 2, kebahagian yang diproduksinya berupa ilusi, kesenangan yang cukup dengan janji-janji. Ingat, investor ga bisa di-modusin. Dengan kata lain, cuma waktu yang bisa menjawab, kita hanya bisa menunggu dan menyaksikan, tidak bisa meramalkan apa saja yang akan dilakukan Negeri Seribu Dewa ini setelah sedikit mendapat nafas dari ECB minggu lalu.

Sekian dan terimakasih.

 PS: Selamat idul fitri, dan stay safe. 🙂