INGIN koleksi banyak emiten dengan modal yang minim itu, seperti harapan yang kabur. Sekabur antara batas malam dan siang di sore hari. Halah. Hahahahaha.
Alasannya. kepincut sama Fang (Diamondback Energy). Pemain utama di cekungan Permian, yang menurut si Grok. Ia adalah cekungan penghasil minyak dan gas yang terletak di wilayah Texas barat dan New Mexico bagian tenggara.
(Boleh dibilang si Permian ini. Natuna-nya Paman Sam kali yak?)
Keputusan yang sedikit terlambat. Karena ternyata Diamondback Energy baru ex-cum-date pas tanggal 15 mei kemarin. Tapi mau gimana lagi ya? Hidupkan penuh dengan pilihan. Begitupun dengan investasi.
Instingnya belum terlatih untuk menjadi pemburu dividen, hehehehe.
Hasil screening. Output-nya oke. Diamondback Energy ini boleh dibilang lumayan. Menjanjikan, terlepas dari hikuk-pikuknya perang dagang antara Trumps dan Xi Jinping yang masih abu – abu ujungnya.
Simbol
Company Name
Rev. Growth
Gross Margin
ROE
Operating CF
PB Ratio
BV/Share
FANG
Diamondback Energy, Inc.
14,67%
75,46%
46,77%
$5,65 Miliar
1,02
$133,92
Komoditas
Sementara itu. Konteks dengan harga komoditas yang menjadi jualan utama Fang.
Yaitu, 52% minyak mentah ( crude oil), serta 24% buat gas alam ( natural gas ) dan natural gas liquid (NGL).
Masing – masing harganya mulai mengindikasikan kenaikan, walaupun belum signifikan.
(1). Gross Margin: Angka 75.46% yang pertama kali saya lihat. Bagaimanapun, sependek yang saya tahu, efektif dalam operasional itu penting. Dalam sektor apapun. Biaya produksi adalah kunci.
(2). Cash From Operation: Setelah efisiensi operasional, tentunya juga cash dari operasionalnya. Dan Diamondback, mencatatkan cash sebesar $5,65 Miliar dalam laporan annualnya.
(3). Kinerja lainnya: Saya tidak terlalu mendetail, seperti BV/shares. Hanya membandingkannya dengan Perusahaan lain (dalam hal ini coterra). Lagian, terkadang terlalu detail juga jadinya malah menyiksa diri sendiri.
Ya kan ya?
(4). Ichimoku: Chart daily (lihat gambar diatas), masih dalam kondisi sideways memang, setelah penurunan 3 bulan terakhir. Malahan masih ada kemungkinan untuk turun kembali. Tetapi, kondisi di chart Monthly. Mengindikasi trend naiknya masih kuat, apalagi jika melihat harga NGL, Natural Gas, dan Crude oil yang mengindikasikan naik kembali.
BEGITU banyak perusahaan teknologi, tapi sangat jarang yang gross margin-nya menonjol. Dan diantara yang langka itu. Ada Autodesk Inc [ADSK], perusahaan pengembang pengolah gambar yang sering digunakan oleh orang – orang teknik. AutoCad.
Atau setidaknya. Itulah angka yang didapat dari pencarian stock screener punyanya stockanalysis.com, yang versi gratisan tentunya.
Analisa pertama yang muncul di kepala. Kenapa gross margin-nya ADSK bisa menyentuh lebih dari 90%. Itu adalah hasil dari model bisnisnya (setelah lihat – lihat web resminya di sini).
Disclaimer : Risiko dan Kinerja masa lalu.
Informasi yang terdapat di laman ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan. Lebih lanjut
1. Distribusi softwarenya kebanyakan berbasis cloud (lisensi digital). Jadi ga ada biaya tambahan untuk produksi CD atau DVD yang berbentuk fisik. HPP-nya jadi kecil. Berbeda dengan Alphabet atau meta, mereka tetap butuh biaya pemeliharaan server yang lumayan gede.
Terutama biaya lain – lainnya seperti logistik, pastilah sangat minim.
Ini catatan pribadi saja. Selain penyedia layanan cloud-nya sendiri, yang numpukin server di gudang. Emang pernah lihat digital license numpuk di gudang dikarungin?
2. Lalu sistem subscription. Dia punya sistem subscription yang sangat fleksibel, mulai dari durasi harian, bulanan sampai ke tahunan. Dan sependek pengalaman saya ( yang suka langganan ini itu ), jenis layanan seperti ini lebih enak dikantong. Ga ada biaya yang terbuang percuma, kita bayar pas kita butuh saja.
3. Harganya premiun saingannya dikit. Belum ada software khusus engineering yang menjadi standar manufaktur yang sebagus AutoCad dan turunannya.
Yang terakhir walaupun masih argue-able, tapi ada ceritanya sendiri.
Jadi validasi ke kenalan – kenalan yang kerjaannya memang menggunakan software ini. Dan memang jawabannya hampir seragam, AutoCad ini memang belum ada saingannya.
Salah satunya bilang seperti ini. “kalopun ada versi opensource-nya, kayak Salome, FeeCAD, BRL etc-etc, tetapi hampir tidak pernah dipakai di kantor – kantor besar”, katanya.
4. Selain itu. ROE, Sales (Revenue Growth), Cash From Operation, EPS, Book Value per Share, juga bisa dibilang gurih. Walaupun memang nilai bukunya (PB Ratio) mencapai. 22.86 Kali (x).
Analisa Teknikal (Ichimoku) ADSK
Dari sisi teknikal menggunakan Ichimoku. Juga ga kalah menarik. Terutama jika kita mau lihat timeframe Bulanan (Monthly) dan Hariannya ( Daily)
Time frame monthly
Analisa Autodesk [ADSK] Ichimoku Monthly
Dari grafik bulanan, kita bisa lihat harga berada diatas Kumo, kijun sen dan juga tenkan, dengan konfirmasi chikou berada diatas harga. Buy.
Time frame Daily
Analisa Autodesk [ADSK] Ichimoku Daily
Sedangkan dari sisi time frame Harian ( Daily), Walapun Kijun sen, tenkan, dan juga chikou masih di bawah kumo. Tetapi harga sudah berada di atas kijun dan tenkan, di konfimasi oleh future kumo ( leading A yang memotong leading B). Buy jugak.
Kesimpulan
Ambil saham ADSK dengan margin of saftey (stop loss) yang lumayan ketat sebagai pengamannya. Dalam kasus ini, ia berada di bawah kijun sen monthly.
SEKITAR 1 minggu setelah posts-log di sini, saya membuka posisi pertama di RBLX, lalu 3 hari kemudian, ambil Keputusan buat tambah beberapa lot lagi. Membeli saham luar dengan lebih dari 50% equity yang dimiliki tentu bukan tanpa alasan.
Ada quotes di dunia investasi: “Pasar bisa salah harga dalam jangka pendek, tapi jarang salah dalam jangka panjang.” Entah kenapa tetiba pepatah ini muncul timeline twitter, dengan spektrum yang sama, quote ini saya kira relevan dengan Roblox di tahun 2025 ini.
Kapan hari saya pernah bilang untuk mempertimbangkan untuk invest di emiten – emiten yang listing di NYSE (Amerika). Alasannya sederhana, pasar IDX babak belur dihajar sana – sini, berita kenapa dan oleh siapanya, saya kira kabarnya sudah berserakan dimana – mana.
Tapi ya sudahlah ya, semoga Indonesia tetap baik – baik saja. Kita lanjut cari uang. Tak ada rotan akarpun jadi.
Disclaimer : Risiko dan Kinerja masa lalu.
Informasi yang terdapat di laman ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan. Lebih lanjut
Pertama, si kecil sering main gim ini seharian. Saya ingat betul waktu pertama kali dia main Roblox ini sekitaran 2 tahunan yang lalu. Desainnya khas, diperuntukan untuk anak – anak direntang usia 6-10 tahun kebawah, kotak -kotak macam Minecraft – berbasis 16 bit atau 32 bit paling besar. Hal yang paling menonjol saat itu hanya para pemain bisa berinteraksi dengan pemain lain di fitur chat, ini adalah hal yang lumrah di dunia gim modern, terutama gim daring.
Tapi kemarin. Iseng – iseng cek gim apa saja yang dia mainkan. Berapa teman yang dia punya, dan lain sebagainya, inipun karena nyobes mencak – mencak karena si anak maenan hape terus.
Kebanyakan gim yang dia mainkannya sekarang semuanya sudah berbasis 3D. Belum lagi jumlah pertemanan yang sudah mencapai di angka 200 lebih, padahal ini bocah baru akan menginjak 6 tahun beberapa bulan lagi, tambahan lagi dia belum bisa baca, baru sedikit – sedikit mengeja.
Ini artinya, si Roblox ini hidup dan terus berkembang. Platformnya ramah untuk segala usia, dan 2 tahun adalah waktu yang relative pendek untuk perkembangan sepesat itu.
Ditambah lagi dengan dari sekian banyak temannya, sebagian besar dari mereka, setidaknya, dari yang saya intip, meraka aktif menggunakan robux (mata uang di roblox) untuk keperluan permainan.
Nah ini jadi menarik buat bapak – bapak.
Analisa Kinerja
Secara garis besar dari valuasi dan kinerjanya, yang bisa didapat kurang lebih seperti ini kesimpulannya:
(Btw, sebagai catatan pemirsa, saya tidak pernah sebegitu mendetail tentang Analisa kinerja ini. Pertama karena saya bukan sarjana ekonomi. Kedua, saya lebih senang dengan sesuatu yang aplikatif – atau sesuatu yang orang ga ngerti-ngerti amatpun bisa dengan gampang ngerti. Ketiga, saya bukan Lo Kheng Hong)
Satu. Roblox bukan hanya sekedar gim daring biasa, ia membangun ekosistemnya sendiri dan semuanya ter-monetisasi. Baik itu penghasilan dari penjualan robux, pun dari system bagi hasil dari para pembuat gim (developer) yang bisa mendapatkan uang mulai dari gim yang sederhana sampai dengan gim yang rumit.
Catatan pribadi. Seperti kebanyakan gim daring, roblox sangat tergantung pada daily active user dan jam bermain para pemain di dia punya platform. Untuk ini, saya melakukan riset sendiri, yaitu pada si anak sendiri dan temen-temenya, plus data statistic yang bertebaran Dimana – mana.
Dan menurut data, dau dan engagement para pemainnya relative terus meningkat
Kedua. Memiliki EPS Minus (-). Ini aneh, memang. Tetapi sependek yang saya tahu, khususnya untuk perusahaan – perusahaan start-up atau IT, atau non start up dan non It tapi perusahaan baru, mereka biasanya akan fokus ke re-investasi daripada memperhitungkan laba bersih. Jadi saya balik kanan fokus ke Price to sales rationya yang tahun ini nangkring berada di angka 10.43%.
Dari aneh menjadi wajar.
Ketiga. Dari grow rate revenue -nya. Selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Ini saja bagi saya pribadi sudah cukup.
Setelah menembus barrier kuat ( warna biru putus – putus, gbr 1). RBLX mengalami sedikit penurunan wajar, setelahnya ia melanjutkan trend naiknya dari awal maret kemarin ( warna hitam putus – putus, gbr 2.). Ini konfirmasi sementara untuk berasumsi bahwa para investor sudah mulai mengambil posisi beli.
Harga saat ini berada diantara tenkan dan kijun, chikou berada di atas harga sebelumnya, dan berada diatas kumo yang berwarna hijau. Pun sama dengan Analisa diatas, investor mulai ambil posisi beli.
Kesimpulan
Untuk sementara ini equity-nya naik di 1.38% ( kurang lebih 2 mingguan), tepuk tangan buat diri sendiri karena ini pertama kali investasi saham di luar negeri. Sementara untuk portonya, belum bisa proyeksikan akan sampai kapan bakalan pegang saham RBLX ini, bisa satu tahun, 3 bulan, entahlah.
Updates
14-04-2025
Peningkatan Peringkat Saham [RBLX] dari OppenHeimer
RBLX received an upgrade from Oppenheimer on Thursday, moving from a market perform to an outperform rating. The firm pointed to the recent decline in the stock’s price as creating what it described as a strong buying opportunity for investors with a long-term outlook.
The analysts described RBLX as a standout name among profitable growth players in the interactive entertainment space. They noted that the company’s operations remain unaffected by tariff concerns, reinforcing its appeal during market volatility.
Oppenheimer’s latest industry checks also suggest that RBLX will begin generating revenue from programmatic video advertising in 2025.
Looking further out, the firm expects RBLX to continue outperforming its gaming peers in terms of bookings growth and margin improvement. This forecast is attributed to the company’s user expansion trajectory, proprietary technology backbone, and largely untapped monetization capabilities.
Oppenheimer has assigned Roblox a price target of $70, representing a 22.1% upside from current levels. The stock is currently down 2.5% for the year, while the S&P 500 has declined by over 7%.
Peningkatan peringkat dari Oppenheimer menjadi “outperform” dan penetapan target harga $70 kemungkinan akan memiliki beberapa efek terhadap saham (RBLX).
Menerima peningkatan peringkat dari Oppenheimer pada hari Kamis, dari performa pasar menjadi performa unggul (outperform). Firma tersebut menunjukkan penurunan harga saham baru-baru ini sebagai peluang pembelian yang kuat bagi investor dengan pandangan jangka panjang.
Roblox sebagai nama yang menonjol di antara pemain pertumbuhan yang menguntungkan di ruang hiburan interaktif. Mereka mencatat bahwa operasi perusahaan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran tarif, memperkuat daya tariknya selama volatilitas pasar.
Ke depannya, firma tersebut memperkirakan RBLX akan terus mengungguli rekan-rekannya di industri game dalam hal pertumbuhan pemesanan dan perbaikan margin. Perkiraan ini dikaitkan dengan lintasan ekspansi pengguna perusahaan, tulang punggung teknologi proprietary, dan kemampuan monetisasi yang sebagian besar belum dimanfaatkan.
23-05-2025
Closed @ $81.51 – Open @ $58.34 = + 36.47%( 50 days )
Sebetulnya, jarang sekali analisa menggunakan data COT, Commitment Of Traders, hampir tidak pernah malah. Apalagi yang berkaitan dengan komoditas, dalam hal ini emas. Pun begitu dengan short term trading di XAU. Spreadnya masih terlalu besar untuk trader seperti saya
m(_ _)m
Tapi kemaren malem, ada temen fb yang tanya, “Oy, kira – kira ini uang, mending cairin ke rupiah, apa beliin emas yak? Emas disini bagus loh, 24 karat, gak kayak di Indo, dan harganya lagi gila murah,”.
Jawab: Ya kalo misal butuh uang cepet – cepet, mending cairin aja, toh cash is king. Tapi kalo butuh tabungan, beli emas. Mumpung lagi murah.
Dan ini bottom line data COT minggu ini via trader dan’s sebagai referensi.
The action was caught for us by the CFTC in today’s report and reveals the reason behind the sharp moves – hedge funds were doing a good bit of short covering. Some in that camp were also fishing for a bottom and moved back onto the long side of the market. The result of that was net buying by this group to the tune of approximately 6600 contracts.
Interestingly enough, the entirety of that , and then some more, was offset by Swap Dealer selling. They were net sellers to the tune of some 8,200 contracts.
The Producer/User/Merchant category were also net sellers for the week to the tune of some 2400 contracts.
The Small Specs were bottom picking this past week as they rushed back onto the long side to the tune of about 2270 contracts. Ditto for the Other Large Reportables who were net buyers of some 1700 contract
Malaikat juga tahu kalo raksasa ekonomi hanya dikuasai segelintir, Amerika Serikat. Dan kemudian setelah jepang sukses dengan resolusi Meiji-nya (1866 – 1869), negeri shogun pun masuk hitungan setelah terjadi perubahan pada struktur politk, sosial dan ekonominya, jadilah 2 gelintir yang menguasai ekonomi dunia.
Curi-curi dengar dari bloomberg, The Fed selain mencetak uang lewat kebijakan QE (Quantitavie Easing)-nya, sekarang bakalan punya kegiatan baru, membeli kembali surat-surat berharganya dalam jumlah yang relatif besar dari sebelumnya.
Sama dengan Amerika, Batosai pun mengambil kebijakan yang sama, membeli obligasi – obligasi dengan jumlah yang cukup radikal untuk jangka panjang (yang mana sebelumnya belum pernah dilakukan BoJ). Mengingat target ‘three arrow’-nya yang harus dicapai dalam kurun 2 tahun kedepan.
Pelonggaran kebijakan moneter, yang mana nantinya diharapkan jumlah uang yang beredar di jepang akan 2 kali lipat lebih besar dari saat ini.
Memperlebar defisit budget, belanja pemerintah akan lebih besar.
Stimulasi private investment *kurang mudeng >.<
Efeknya kurang lebih harga Yen akan turun dan produk-produk buatan Jepang akan lebih kompetitif di pasaran. (analoginya: Jika saya seorang yang punya pabrik -investor-, dengan biaya yang murah yang diberikan pemerintah Jepun saat ini, saya tidak akan melangkahkan kaki ke negara lain, kapan lagi ada diskon di negara yang katanya “Raksasa” ini?).
Perang terbuka bakalan terjadi antara Paman Sam dan Om – om sugi.
Kita mah nonton aja, maklum orang kecil, nomor sepatu aja cuma 38!.
(Original article by Sam Seiden, via: FxStreet.com)
Principle 1: Price movement in any free market is a function of an ongoing supply and demand relationship within that market.
A market is always in one of three states:
First, it can be in a state where demand exceeds supply which means there is competition to buy and that leads to higher prices. What does this look like on a price chart? A “pivot low” is a perfect example.
Second, it can be in a state where supply exceeds demand which means there is competition to sell and this leads to declining prices. What does this look like on a price chart? A “pivot high” is a perfect example.
Third, it can be in a state of equilibrium. At equilibrium, there is no competition to buy or sell because the market is at a price where everyone can buy or sell as much as they want. However, as the market moves away from equilibrium, competition increases which forces price back to equilibrium. In other words, competition eliminates itself by forcing markets back to equilibrium. Even though equilibrium is where the majority of candles are, we don’t necessarily want to trade in that area.
Principle 2: Any and all influences on price are reflected in price.
Principle 3: The origin of motion/change in price is an equation where one of two competing forces (buyers and sellers) becomes zero at a specific price.